Kisah mengenai dosa Hofni dan Pihenas (1 Sam 2) dan kisah Samuel dipangil Allah (1 Sam 3) bukanlah kisah yang asing.
Namun seringkali bagian ini dibahas terpisah: pasal 2 sebagai prinsip mendidik anak, pasal 3 sebagai prinsip meresponi panggilan.
Mungkinkah penulis kitab ini sebenarnya ingin kedua bagian dibaca menjadi satu kisah ?
Apa siginifikansinya bagi kita ?


Tagged on: PA Umum